Rabu, 19 Desember 2012
Wanita diciptakan bukanlah dari kepala untuk dijadikan pemimpin, wanita tidak diciptakan dari kaki untuk dijadikan sebagai alas. Tapi wanita diciptakan dari tulang rusuk untuk dijadikan pendamping, dekat dengan tangan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.
Sabtu, 08 September 2012
Rabu, 23 Mei 2012
Perpecahan
Kesatuan, keutuhan, soliditas atau apa pun sebutannya merupakan impian semua orang. Dalam cakupan apa pun: dalam skala kecil seperti pertemanan antar pribadi,
keluarga; maupun yang besar seperti organisasi massa dan negara.
Kurang hati-hati dalam merawat soliditas ini bisa
membawa dampak perpecahan. Jangan pernah
membayangkan kalau
penyatuan pasca perpecahan bisa membentuk soliditas
seperti sediakala. Karena
dampak perpecahan biasanya akan meninggalkan bekas.
Sekali lagi, dahulukan kehati-hatian. Karena merekat
sesuatu yang pernah pecah,
jauh lebih sulit dari menjaganya untuk tetap
solid.
Rabu, 16 Mei 2012
Menunggu = Membosankan™.
Tak ada kegiatan yang
paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup
adalah kegiatan menunggu.
Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya.
Pegawai menunggu akhir
bulannya. Semua menunggu. Namun, jangan terlalu serius menatap 'pelampung' yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan. Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian gunung.
Selasa, 15 Mei 2012
Taman Ketenangan
Hidup butuh keseimbangan.
Ketika kepenatan dan
berbagai perasaan tak
nyaman menumpuk, orang
butuh ketenangan. Itulah
arah yang mereka kejar untuk mendapatkan keseimbangan baru dalam hidup. Sayangnya, ketenangan yang mereka cari hanya sebuah selingan dari berbagai himpitan kesibukan hidup yang sangat melelahkan. Ketenangan dalam taman-
taman yang mereka cari,
ternyata hanya lapisan tipis
gula pemanis dari tumpukan pahitnya hidup yang menggelut. Bukan itu taman yang sebenarnya mereka cari.
Taman ketenangan yang
melahirkan keseimbangan
hidup sebenarnya tidak
semahal yang selama ini orang kejar. Ia dalam diri
setiap manusia. Itulah hati.
Berzikirlah, niscaya ketenangan akan melekat dalam hati untuk kurun yang lama. Berzikirlah dan berzikirlah, karena di situlah ketenangan yang hakiki.
Berzikirlah, karena di situlah taman penenang hati yang sebenarnya.”
Rupa-rupa nikmat Tuhan
Anugerah hidup kadang
tampil seperti rupa yang
tidak diinginkan. Ia tidak
datang diiringi dengan
keindahan dan kemerduan. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak
disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.
Persis seperti datangnya langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan.
Padahal, itulah sebenarnya
tanda-tanda hujan.
Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan.
Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.
Langganan:
Postingan (Atom)